Sistem Pencernaan Makanan- Biology

Hallo lagi, ini adalah post biologi pertama saya.. Post kali ini adalah tentang sistem pencernaan makanan. Semoga bermanfaat dan dapat membantu..

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

Pencernaan mekanik adalah proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Pada manusia dan mamalia umumnya proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi.

Dan proses pencernaan kimiawi adalah proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas.
Saluran pencernaan manusia dari mulut sampai anus, terdiri dari mulut (kaum olis), kerongkongan (esofagus), lambung (ventlikulus), usus halus (intestinum), usus besar (kolon), dan anus.
Enzim-enzim yang terdapat di dalam proses pencernaan :
Didalam ludah terdapat enzim ptialin ( amilase ). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat ( amilum ) menjadi gula sederhana ( maltosa ).
Dinding usus halus menghasilkan getah usus halus yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut.
  • Maltosa, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
  • Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Enterokenase, berfungsi mengaktifkan triosinogen (enzim yang dihasilkan pangkreas) menjadi tripsin.
Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut:
  • Amilopsin (amilase pankreas) yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yang lebih sederhana.
  • Steapsin (lipase pankreas) yaitu, enzim yang menghidrolisis dan mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Tripsinogen yang belum aktif di aktifkan menjadi tripsin yaitu enzimyang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
Dinding lambung mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung air lendir ( musin ), asam lambung, enzim renim, dan enzim pepsinogen. Getah lambung bersifat asam karena banyak mengandung asam lambung.
  • Asam lambung (asam klorida)berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton dan proteosa
  • Enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu.
  • Pepsin  yaitu enzim protease yang memecahkan protein menjadi pepton
  • Lipase yaitu enzim yang memecahkan lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Dinding lambung juga menghasilkan hormon gastrin. Hormon gastrin berfungsi untuk mengeluarkan (sekresi) getah lambung.

KELAINAN/PENYAKIT PADA SISTEM PENCERNAAN MAKANAN

Gangguan pada sistem pencernaan cukup beragam. Faktor penyebabnya-pun bermacam-macam, di antaranya makanan yang kurang baik dari segi kebersihan dan kesehatan, keseimbangan nutrisi, pola makan yang kurang tepat, adanya infeksi dan kelainan pada organ pencernaan.

Ada beberapa gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada system pencernaan kita, diantaranya :
1.      Gastritis
Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida (HCL) pada lambung terlalu tinggi.
2.      Hepatitis
      Hepatitis merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan.
3.   Diare
Diare terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Fases penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltic dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila fases yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, gejala tersebut menunjuk pada penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bakteri Shigella pada dinding usus besar.
4.      Konstipasi
      Konstipasi atau yang sering kita sebut dengan sebutan “sembelit” adalah keadaan yang dialami seseoang dengan gejala fases mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisia makanan. Akibatnya, fases kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karenakurangnya penderita dalam mengkonsumsi makanan berserat. Oleh karena itu, banyak memakan buah-buahan dan sayur-sayuran berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.
5.      Apendisitis
      Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing. Akibatnya, timbul rasa nyeri dan sakit.
6.      Hemeroid/Wasir/Ambeyen
      Hemeroid/Wasir/Ambeyen merupakan gangguan pembengkakan pada pembuluh vena disekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalami gangguan ini.
7.      Maag
      Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.
8.      Keracunan
      Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bakteri semisal bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.
9.      Tukak Lambung
      Tukak lambung adalah salah satu kelainan sistem pencernaan yakni kerusakan pada selaput lendir. Tukak lambung dapat disebabkan oleh factor-faktor kuman, toksin, ataupun psikosomatis. Kecemasan, ketakutan, stress, dan kelelahan merupakan faktor psikosomatis yang akhirnya dapat merangsang pengeluaran HCL di lambung. Jika HCL berlebihan, selapu lendir lambung akan rusak.
10.  Malnutrisi (kurang gizi)
      Yakni penyakit yang disebabkan oleh terganggunya pembentukan enzim pencernaan. Gangguan tersebut disebabkan oleh sel-sel pancreas atropi yang kehilangan banyak reticulum endoplasma. Sebagai contoh adalah kwashiorkor, yakni penyakit akibat kekurangan protein yang parah dan pada umumnya menyerang anak-anak.

Setelah kalian menyimak artikel di atas, kalian pasti dapat menyimpulkan bahwa ada banyak kemungkinan  penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan kita. Dalam artikel ini kami hanya menyebutkan 10  kelainan, mungkin masih banyak lagi kelainan-kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan kita. Mungkin dari 10 kelainan itu ada salah satu yang terkadang sering kali menimpa kita, untuk itu kami hanya ingin mengingatkan kepada kalian semua untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, terutama pada sistem pencernaan kalian, hal tersebut dapat dicegah jika kalian mendapat asupan yang bergizi dan tidak menyelakai tubuh kalian.

One thought on “Sistem Pencernaan Makanan- Biology

  1. sistem pencernaan makanan kamu uda bagus, tp alangkah lebih bagus lagi klu stiap penyakit yg ada pada sistem pencernaan kamu masukkan fotonya. biar keterangannya smakin lengkap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s